900 Orang Kepung DPRD dan Lempari Petugas, Polres OKU Turunkan Dalmas dan AWC

BATURAJA — Suasana di sekitar Gedung DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak mencekam, Kamis (16/4/2026). Ratusan massa terlihat memadati area depan gedung sambil membawa tuntutan penurunan harga BBM dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.
Orasi demi orasi menggema di lokasi. Massa yang awalnya berjumlah puluhan orang terus bertambah hingga mencapai ratusan, bahkan sempat mencoba merangsek mendekati pintu gedung.
Di tengah situasi yang memanas, aparat kepolisian dari Polres OKU langsung bersiaga. Personel Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut diterjunkan untuk membentuk barikade, sementara kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) tampak bersiaga di sekitar lokasi.
Ketegangan semakin terasa saat sejumlah massa mulai melempar benda ke arah petugas, memaksa polisi melakukan pergantian formasi pengamanan sesuai prosedur.
Di sejumlah titik jalur masuk kota, polisi juga melakukan penyekatan untuk mencegah penambahan massa dari luar wilayah.
Aksi unjuk rasa besar itu sontak menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Baturaja.
Seluruh rangkaian peristiwa inj merupakan simulasi latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres OKU untuk menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kerusuhan massa dan gangguan kamtibmas.
Simulasi diawali dari skenario kericuhan antrean BBM di SPBU UB Lintas Sumatera yang viral di media sosial, lalu berkembang menjadi latihan penanganan aksi damai mahasiswa hingga eskalasi massa besar di Gedung DPRD.
Kapolres OKU melalui jajaran Kabag Ops menegaskan bahwa latihan ini bertujuan memastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan, mulai dari negosiasi, pengamanan lalu lintas, hingga penanganan massa anarkis.
Latihan ditutup dengan apel konsolidasi dan sterilisasi area, dengan hasil situasi dinyatakan aman dan terkendali.



